Dalam Hitam Putih // Interview with Muhammad Hidayat @agandayat

Kesan kuno, tua, jadul sering terlintas dibenak kita saat melihat foto hitam-putih, namun eksistensi foto hitam-putih tak pernah padam. Bahkan, masih menjadi trend di era digital saat ini, ungkapan rasa, ekspresi dan emosi yang disampaikan membawa kita menikmati foto lebih mendalam dengan nyawa fotografi nya. Pada kali ini kami akan berbagi ulasan tentang foto hitam-putih bersama salah satu fotografer yang secara konsisten  membuat project foto hitam-putih, Muhammad Hidayat @agandayat silahkan perkenalkan diri Anda..

Haii..

Perkenalkan Saya Agan Dayat, Asal dari Sulawasi dan sekarang hampir 7 tahun berdomisili di Kota Banda Aceh, bekerja sebagai staf bagian keuangan di Instansi Pemerintah Kota Banda Aceh. sampai sekarang tetap memotret di selah-selah kesibukan dari pekerjaan kantor sehari-hari.


Q : Mengapa anda tertarik membuat foto hitam putih ?

A : Buat saya, foto hitam putih memiliki suatu ketertarikan tersendiri bukan hanya terdapat dua warna hitam dan putih tetapi justru kaya akan makna dan warna.  Buat saya  foto hitam putih membuat saya dapat  memahami fotografi lebih mendalam. Foto Hitam Putih terkadang membantu saya mempelajari bagaimana melihat arah cahaya, sorotan bayangan, bagaimana dapat menyesuaikan kontras serta  melihat detail antara gelap dan terang yang dapat membuat foto lebih menarik.


Q : Siapakah yang membuat anda terpengaruh untuk membuat foto hitam-putih ? 

A : Siapa ya..? sepengetahuan saya awal saya tertarik dengan fotografi sudah memiliki minat yang tinggi  terhadap foto Hitam putih. Pada saat itu saya mulai banyak melihat karya-karya beberapa fotografer yang memang memiliki passion dalam fotografi Hitam Putih.


Q : Tidak semua foto cocok untuk menggunakan warna hitam-putih, bagaimana cara mensiasati hal tersebut ? 

A : Tidak semua foto bagus ditampilkan dengan Hitam putih. Kalo memang cocoknya warna ya jangan dipaksakan untuk dijadikan Hitam putih. Oleh karena itu saya sepaham bahwa ada beberapa foto atau bagian-bagian dalam foto yang seharusnya ditampilkan dalam bentuk warna.


Q : Bagaimana tolak ukur menilai foto hitam-putih yang dapat dikatakan berhasil secara visual ? 

A : Ini pertanyaan yang sulit untuk dijawab, bicara tolak ukur dan keberhasilan selalu menjadi hal yang sulit dipaparkan (menurut saya secara pribadi), contoh  si Fotografer sangat puas dengan karya foto yang dia buat tetapi belum tentu berhasil dan disukai bagi penikmat foto atau orang yang melihat foto tersebut. Seperti foto-foto saya sendiri, saya suka dengan foto-foto saya tetapi apakah orang lain menyukai foto-foto saya ? Jadi setiap orang punya penilaian masing-masing terhadap sebuah karya foto.


Q : Mengapa penyajian foto hitam-putih dibuat seolah Personal, dengan pemikiran abstrak ?

A : Tidak semua juga seperti itu kan ? banyak foto hitam putih yang sangat menawan tetapi penyajiannya tidak berupa personal ataupun abstrak tetapi menampilkan detail serta komposisi yang menarik. Menurut saya tidak ada aturan baku dalam penyajian foto hitam putih. 


Q : Apakah ada tips khusus membuat foto hitam-putih agar lebih bernyawa dan diterima penikmatnya ?

 

A : Kalau tips khusus mungkin tidak ada, tetapi sejalan dengan banyaknya kita memotret, banyaknya kita melihat karya-karya orang lain dan banyak membaca perlahan-lahan kita akan bisa lebih meikmati foto hitam putih. oh ya satu lagi jangan lupa banyak ngopi dan berbagi.


Harapan anda untuk perkembangan fotografi di masa mendatang khususnya di Indonesia? 

Makin berkembang, tambah Jaya, lebih banyak orang yang  tertarik dengan fotografi dan makin banyak buku foto juga pembeli buku foto.


10000-300x225 Dalam Hitam Putih  //  Interview with Muhammad Hidayat @agandayat

 

Muhammad Hidayat

Personal Expressionism Photographs

Author The Sounds of Dream-Photobook

10000-300x225 Dalam Hitam Putih  //  Interview with Muhammad Hidayat @agandayat

Based in Surabaya, Indonesia
“Make public space as photo studio”
Photography Enthusiast | Graphic Designer

Leave a Reply